Pernah kredit elektronik? Kalau pernah, di mana?
Di tetangga yang suka ngreditin secara harian? Di toko atau lewat marketing
lepas?
Kalau kita ambil kredit dari tetangga lalu
dicicil secara mingguan, atau kadang bisa nego tidak bayar, hehehe, itu namanya
avalis. (Gak gitu juga sih, kadang lantaran ke tetangga, bayarnya jadi semau
gue, haha).
Namun, kini banyak juga perusahaan yang melakukan
itu. Bedanya, kalau avalis perorangan modalnya kecil, kalau yang berbentuk
lembaga baik CV atau PT ya besar. Intinya, kredit semacam itu, barangnya dari
mereka, bayar dan nyicilnya juga ke mereka lagi.
Yang skala besar, perusahaan semacam itu banyak.
Ada Columbia, Prioritas, Semar Kredit, dll. Macam-macam namanya. Yang Semar kayak wayang saja ya? Hehehe.
Lalu soal prosesnya tentu beda dengan perorangan. Mereka proses datanya, mereka
survey, kalau acc, baru mereka kirim
barangnya.
Di samping itu, ada juga yang melalui lembaga
pembiayaan (leasing). Lembaga ini memang
membiayai kredit. Namun untuk penyediaan unit barangnya, mereka kerja sama
dengan ritel-ritel atau toko distributor.
Lembaga pembiayaan semacam itu banyak. Cuma yang
terkenal ya FIF dengan Spectra, Adira dengan Adira Quantum, dan PT Finansia
dengan Kredit Plusnya. Ada juga Home Kredit, dll. Belakangan, Adira Quantum
tutup lantaran kena aturan otoritas jasa keuangan (OJK). (Kasihan ya karyawannya pada di PHK.. semoga tabah :( )
Bagaimana cara kerja kredit semacam ini? Pertama,
leasing dan toko melakukan perjanjian
kerja sama. Dengan syarat2 tertentu. (Tambahan
: pake matrei + tanda tangan J)
Kalau ada customer yang mau kredit, umpamanya
datang ke toko, nanti marketing leasing datang ambil persyaratan berupa KTP customer yang biasanya dititip di toko.
Lalu sama marketing, formulir konsumen diisi
lengkap untuk selanjutnya di-input di
sistem leasing sebagai bahan surveyor untuk nyurvey.
Setelah surveyor cek data dan kelayakan kredit,
Credit Analis (CA) leasing akan memutuskan acc atau tidak. Kalau acc, nanti
leasing akan mengeluarkan PO ke toko agar toko rekanan segera mengirim barang. Oh iya, ada triknya loh supaya ajuan kredit
kita diacc. Nanti saya kasih bocoran. Hehehe.
Setelah toko mengirim barang, umpamanya harga
barangnya 3 juta, contoh angsuran 200 rb dan admin 100 ribu, itu pas dikirim
diambil sama toko. Rata-rata sistem yang berlaku di leasing menggunakan
angsuran pertama + admin pas ada barang. Pake DP untuk beberapa jenis produk
saja.
Lalu toko membuat invoice (tagihan) ke leasing.
Selang sehari, nanti leasing akan mentransfer uang sebesar 2,7 juta. Kenapa?
Bukankah seharusnya 3 juta? Sebab yang 300 sudah diambil dari angsuran pertama
+ admin dari konsumen.
Selama ini suka ada yang protes, itu admin untuk
apa? Masuk toko? Secara tersirat ya diambil pihak toko. Tapi sebenarnya masuk
leasing. Sebab transferan dari leasing dikurangi angsuran tersebut.
Lalu kemana konsumen bertanggungjawab? Soal
angsuran ya ke leasing. Kalau macet dan lain-lain ya leasing yang tanggung
jawab. Tar ada kolektor yang
ngejar-ngejar. Hehehe. Bagaimana kalau ada trouble dengan barang?
Nah soal barang, balik lagi ke toko. Biasanya
toko akan memberitahu, kalau masa barangnya masih garansi, akan dikasih tau
untuk klaim garansi ke pusat center dari sebuah merk. Umpamanya Acer, ya ke
Acer center. Tanggungjawab siapa? Tanggungjawab konsumen sendiri. Sebab di
aturan garansi ada aturan garansi.
Namun, suka ada toko yang sekedar membantu klaim
garansi. Itu sifatnya cuma bantuan sukarela. Berapa lama klaim garansi? Karena
jaraknya jauh, misalnya di Jakarta atau Bandung, biasanya klaim garansi lumayan
lama. Dimulai 2 mingguan sampai 1 bulan. Kadang ada yang 2 atau 3 bulan kalau spare part yang diganti lagi kosong.
Nah begitulah alur kredit. Silahkan jadi bahan
pengetahuan. Dan perlu dicatat, keterlambatan di leasing akan dikenai denda.
Kalau denda tak dibayar, itu akan susah kalau mau ambil lagi (repeat order/RO). Anda akan punya
predikan baru di leasing, badcust! Xixixix...
Dan lagi, data di leasing akan selalu up 2 date. Jangan sekali-kali loncat
bulan. Nanti akan dianggap konsumen tak layak dikasih kredit lagi. Datanya online.
Bisa dicek di BI Checking. Kalau
ngajuin lagi, akan ditolak. Kalau mau pinjam ke bank, cara bayar kita yang
jelek akan ketahuan juga. Serem yah? Nah nah
nah, makanya jangan coba-coba tidak jujur yah? Hehe
Semoga artikel sederhana ini bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar