Wilujeng Sumping....

Salam hangat dan kreatif....

Rabu, 21 November 2012

Bahagia itu… Perubahan Menuju Lebih Baik

“Orang yang ingin terus bahagia harus sering berubah”. KONFUSIUS Kerap kali, motivasi kita melakukan hal atau banyak hal adalah : kebahagiaan. Kita bekerja, untuk kebahagiaan. Kita berbuat kebaikan, untuk kebahagiaan. Kita memberi, membantu, menghadirkan kekasih, mengumpulkan uang, membangun rumah, membeli mobil, membeli novel, itu semua demi kebahagiaan. Sekalipun berkaitan dengan materi di satu sisi, atau fokus kepada nilai di sisi yang lain, orientasinya satu : kebahagiaan. Lalu apa itu kebahagiaan? Penulis tak mampu mendefinisikan dengan tepat apa itu kebahagiaan, apa lagi jika definisi itu yang cocok dengan selera sahabat semua. Atau, mending kita tak usah mendefinisikan saja ya, biar kebahagiaan menjadi bagian hidup semua orang? Namun yang jelas, saat hendak menulis artikel ini, perasaan penulis merasa senang dengan harapan, apa yang penulis tulis bisa bermanfaat bagi kita semua. Nah loh? Penulis tidak konsisten ya? Penulis mencuri momentum, mendefinisikan kebahagiaan dengan menulis “Namun yang jelas, saat hendak menulis artikel ini, perasaan penulis merasa senang dengan harapan, apa yang penulis tulis bisa bermanfaat bagi kita semua”. Hehehe, ya kebahagiaan bisa berarti apapun. Bisa perasaan senang saat impian kita tercapai, saat kita punya uang, atau bahkan saat miskin tetapi kita masih sabar menghadapinya. Atau seperti penulis bilang, kebahagiaan adalah saat diri kita bermanfaat bagi banyak orang. Atau kebahagiaan saat kita mampu melewati semua proses hidup, baik susah maupun senang, dengan terus memupuk harapan di lubuk jiwa, bahwa kita dapat berubah ke arah kehidupan yang lebih baik. Lagi-lagi, penulis ingkar janji terus ya? Sudah mendefinisikan lagi kebahagiaan. Padahal, tadi katanya tak usah didefinisikan? Hehe. Barusan, katanya kebahagiaan adalah kesanggupan diri kita untuk berubah dari satu fase kehidupan menuju fase yang lain, berubah dari yang kurang baik menuju yang lebih baik. Mohon maaf ya, berubah-rubah terus nih kesepakatannya. Tapi, ya itulah hidup. Berubah. Tidak monoton. Tidak konstan. Tidak diam dan bisu. Sebab kata Konfusius, “Orang yang ingin terus bahagia harus sering berubah”. Dan untuk melengkapi pikiran bijaksana Konfusius, baiklah saya kutip 7 cara menuju kehidupan yang baik, yang penulis sadur dari beberapa sumber dan artikel, termasuk dari buku Jacqueline Leo, “7 : angka untuk kebahagiaan, kasih sayang dan keberhasilan”: Mencintai dan dicintai. Kunci kebahagiaan menurut Konfusius adalah bela rasa kepada orang lain. Saling mencintai dan menyayangi. Kita bisa saling bahu membahu saat susah, dan saling berbagi saat senang. Berpartisipasi di masyarakat, di dunia Anda. Keterlibatan secara sosial dapat meningkatkan kebahagiaan. Aktif di organisasi Karang Taruna, Desa, LSM, Sosial, Amal, dll. Bekerja Keras. Dengan kerja keras, kita bisa meraih kekayaan dengan benar. Bisa meraih posisi dan status lebih tinggi. Dan ini dapat membuat kita bahagia. Bersenang-senang, mengalami kenikmatan. Bersenang-senang yang wajar, tidak berlebihan. Menghormati tubuh Anda. Kita harus sehat, rajin olah raga. Fisik yang sehat membuat kita bahagia. Mencari pengetahuan dan kebijaksanaan. Dengan pengetahuan, kita akan faham soal arti dan bagaimana harus meraih kebahagiaan. Bertanggung jawab. Ya, ini penting, karena akan membangun reputasi, kredibilitas, dan integritas kita. Orang akan menghormati kita. Dan kita pasti bahagia. Begitulah kita, hidup untuk bahagia, dengan cara terus menerus melalui semua proses kehidupan ini dengan baik, dengan suka cita, sabar, dan bertekad untuk menjadikan diri kita sebaik-baik pribadi, yaitu yang bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar kita. Teruslah berubah, bergerak, berupaya memperbaiki kualitas diri kita, niscaya kita bahagia! Salam hangat, salam kreatif, salam perubahan! Tujuh Pilar, 17 Nopember 2012, di saat gerimis syahdu memercik dedaunan hijau di taman sana…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar