Untuk berubah, kadang orang butuh stimulus. Butuh bantuan, dorongan, juga motivasi dari orang lain. Padahal, perubahan hanya akan terjadi jika ada kesungguhan itikad dari diri sendiri. Tapi tak mengapa. Karena kita terbatas, kita akui bahwa kita butuh instrumen, stimulus, dan faktor eksternal yang membuat diri kita menjadi lebih baik.
Ramadhan, aku pikir suatu sistem atau mekanisme Tuhan untuk mengawal perubahan pribadi umat manusia. Ia bisa mencerdaskan ruhani, pikiran, juga mental sosialnya. Fakta-fakta ruhani dan medis telah terekspose dengan luas. Dan kita sudah tidak perlu berekspremin soal manajerial ramadhan dalam mengawal hidu kita.
Banyak orang besar, orang hebat, orang sukses, telah membuktikan tempaan ramadhan. Banyak orang sakit yang sembuh. Banyak orang bodoh menjadi pintar. Banyak orang miskin jadi kaya. Itulah Ramadhan, media sekaligus wahana penggodokan diri untuk sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.
So, marilah kita sambut ramadhan kali ini dengan suka cita, mari kita isi dengan amaliah-amaliah yang mendorong perubahan mentalitas kita, marilah kita resapi, maknai, serta hayati secara khusyuk. Semoga kita mampu melewati semua ujian pada bulan ini, serta nanti setelah iedul fitri, kita lahir menjadi pribadi suci, unggul, serta siap mengemban amanah kemanusiaan yaitu mencintai sesama, orang miskin, yatim piatu, dan mampu menahan dorongan jelek, hawa nafsu, serta perbuatan tercela lainnya.
Marhabban ya Ramadhan....
ini jadwal imsakiahnya, tak lupa aku posting ya...
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH SHAUM....
Wilujeng Sumping....
Salam hangat dan kreatif....
Sabtu, 30 Juli 2011
Minggu, 24 Juli 2011
Jumpa Pertamaku di SMK
Hari ini, Sabtu, 23 Juli 2011 adalah hari pertama aku masuk sekolah. Kupikir ini kesempatan yang baik untuk membaca karakter calon siswaku. Aku ditugasi mengajar mata pelajaran Kewirausahaan. Ini momentum untuk mengasah pikirku dalam transformasi pengetahuan sekaligus tugas pengabdian untuk memotivasi remaja masa kini dalam meraih kehidupan terbaik mereka kelak .
Hari ini hanya bincang-bincang ringan, berkenalan, juga motivasi-motivasi ringan yang kusampaikan. Sengaja kupersiapkan satu cerita dari Andre Wongso soal “Gema”. Soal suara yang memantul, soal kebijaksanaan nilai hidup. Inti cerita itu adalah bahwa kehidupan ibarat gema. Gelombang kebaikan yang kita perbuat itu memantul. Maka, jika kita lakukan kebaikan, maka kebaikan pula yang kita dapatkan. Dan jika keburukan yang kita tebar, maka keburukan itu pula yang kita dapatkan.
Dengan beberapa siswa saya sempat menyapa secara pribadi, karena itulah kebiasaanku. Aku ingin proses belajar mengajar itu berjalan penuh dinamika, cair, dan menyenangkan. Tidak monoton, tidak membosankan, atau bahkan tidak menggurui dan sok cerdas atau sok jagoan. Bahkan, aku membuka sapaan “Sis atau Bro” sebagai sapaan akrab pertemanan. Aku tidak ingin bahwa aku, dengan status sebagai guru, ada sekat dan hijab yang menjadikan kami berjarak. Aku ingin, sebagaimana aku pelajari sewaktu menjadi Direktur Lembaga Pengelola Latihan (LPL) Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Purwakarta, bahwa dinamika yang terjadi saat belajar dibingkai oleh spirit andragogis. Kita memperlakukan siswa seperti orang dewasa, bukan seperti anak kecil.
Nah, inilah yang memutuskan aku untuk gabung dengan sebuah SMK baru di Wanayasa ini. Aku ingin ada dinamika sekaligus respon positif dari anak didik soal trasformasi pengetahuan yang lahir dari itikad, semangat, juga keadaanku sekarang ini. Hari ini aku tengah giat soal kemandirian, wirausaha, pengentasan pengangguran dan kemiskinan di Kecamatan Kiarapedes. Secara pribadi, aku juga tengah giat membangun usaha di bidang perdagangan dan kredit. Aku ingin, bahwa kebersamaan momentum ini bisa dibagikan kepada siswa-siswa di SMK ini.
Sebelumnya aku pernah mengabdi di MTS YPMI Wanayasa, kurang lebih dua tahun. Mata pelajaran yang kupegang adalah TIK. Ini cocok dan tidak cocok. Di satu sisi cocok, lantaran aku membuka usaha di bidang jasa dan perdagangan elektronik, IT, dll. Sementara tidak cocok? Basic pendidikanku ekonomi, dan aku memiliki kendala bahasa dalam transformasi pengetahuan terhadap anak didik seusia SLTA. Tapi tentu banyak hikmah yang kudapatkan.
Nah, hari ini kudapati harapan baru, bahwa aku bisa berbagi dengan mereka. Untuk kelas 2, kupikir tidak terlalu cair dinamika kelasnya. Mungkin belum. Sementara kelas 3, kukira cukup, dan ini kesempatanku untuk mendorong mereka, calon-calon pemimpin masa depan bangsa ini untuk terus belajar, mengembangkan diri, memperbaiki dan meningkatkan akhlak, serta menguasai berbagai inovasi, pengetahuan, serta spirit berjuang yang tulus untuk masa depan mereka, untuk kebaikan daerah ini, dan untuk kemajuan Bangsa Indonesia tercinta ini.
Teman-teman, yuk kita tancapkan niat yang tulus, tekad yang kuat, cita-cita yang mulia untuk meraih masa depan kita. Yakinlah, jika kita sungguh-sungguh, maka pasti berhasil. Man jadda wajada… oke Bro!?
Selasa, 19 Juli 2011
Membaca Karakter Orang Lewat Tulisan Tangan
Ahmad Fadil. Itulah nama anak angkatku. Ia berperawakan kecil, warna kulit putih, hidung mancung. Bibir tipis warna merah, otot-ototnya kekar. Ia baru berusia 4,5 tahun. Ia “kupungut” di usianya yang baru 2 tahun. Orang tuanya broken home. Kini mereka di Arab Saudi. Aku belum pernah bertemu dengan kedua orang tuanya. Tapi, meski secara biologis ia bukan anakku, aku merasa ia adalah anaku dengan sebenar-benarnya.
Kini ia idup bersamaku. Anaknya hyperaktif. Keras kepala. Tapi kadang lucu, cerdas, dan jika lagi mood, mau mengerjakan apa saja, termasuk sapu-sapu di halaman rumah, beresin mainan, cuci piring atau angkut kayu bakar dari kebun. Ia suka membukakan pintu rumah di saat aku pulang kerja. Ia berjingkrak-jingkrak sambil berteriak, “Ayah, bawa apa?!”. Itu selalu yang ia tanya. Pasalnya aku kerap membawa mainan, makanan, dan oleh-oleh kesukaanya.
Ia belum bisa membaca. Yang ia bisa adalah menggambar dan menulis. Ibuku kadang jengkel lantaran jika diajarin baca, ia malah lompat-lompat atau menangis. Tapi kalau menggambar, ia penuhi buku tulis dengan coretan-coretan apa saja. Dulu hanya bisa membuat garis. Lalu lingkaran. Sekarang huruf-huruf, meski ia tidak hapal nama hurufnya, ia mampu menulisnya. Ia juga mampu menggambar hewan, manusia, juga pemandangan. Juga kendaraan dan mainan lainnya.
Lalu aku coba surfing dan browsing, cari informasi soal dunia tulis menulis. Ada banyak artikel, baik berkaitan dengan jurnalistik atau soal kemampuan tulis menulis dengan kepribadian. Yang menarik saya adalah kata grafologi, ilmu yang membahas soal tulisan manusia dan kepribadian. Lalu kubaca. Akhirnya aku tertarik, pasalnya ini cocok banget untuk membaca anakku yang sukanya baru menulis dan menulis. Ternyata unik. Karakter anak bias dibaca lewat tulisannya. Untuk itu, aku sajikan artikel yang dibuat oleh orang lain, dan saya kutip dalam blog ini:
http://mystys.wordpress.com/2008/03/13/menyelami-jiwa-lewat-tulisan-tangan/ lebih jelasnya baca dibawah ini.
MENYELAMI JIWA LEWAT TULISAN TANGAN
Ditulis oleh mystys di/pada Maret 13, 2008
OLEH: IVAN SURYANA
Tulisan tangan memiliki kaitan erat dengan kondisi jiwa kita. Bagaimana cara membacanya…?
Seorang ahli ilmu jiwa mengatakan bahwa tulisan adalah gambaran jiwa seseorang. Sehingga bagi orang yang ahli bagaimana situasi kepribadian seseorang bisa terbaca lewat tulisan tangannya. Namun tentunya bukan ditebak begitu saja secara sembarangan, karena untuk yang satu ini perlu menguasai ilmunya.
Bila diantara pembaca Misteri ada yang berminat membaca tulisan tangan dan isi makna yang terkandung di baliknya, silahkan ikuti intisari ilmu membaca rahasia dibalik tulisan tangan atau Graphologi, lewat artikel ini:
Namun sebelumnya perlu Anda catat bahwa yang namanya dunia ramal-meramal, tidak mungkin akan didapatkan kebenaran yang mencapai 100 persen. Demikian pula dalam meramal kepribadian seseorang lewat tulisan tangannya.
Walaupun tafsiran dari tulisan tangan itu tidak mencapai akurasi sampai 100 persen, namun toh sangat berguna sekali, terutama bagi mereka yang bergerak dalam bidang yang berurusan dengan personalia.
Misalnya saja, ketika dibuka lowongan kerja baru, biasanya banyak berdatangan surat lamaran kerja yang masuk. Dan seorang manajer di sebuah perusahaan, atau siapapun ingin agar mempunyai bawahan atau teman kerja yang berkepribadian baik, oleh karenanya layak juga setiap surat lamaran kerja diprioritaskan dengan ditulis dengan bentuk tulisan tangan, yang ditulis sendiri oleh si pelamar yang bersangkutan. Lewat tulisannya ini, Anda bisa membaca kepribadian calon pekerja atau bawahan Anda.
Menurut Grafologi, sedikitnya ada enam hal yang bisa kita gunakan dalam metode membaca kepribadian seseorang melalui tulisan tangannya. Uraian secara garis besarnya adalah sebagai berikut:
1. BESAR KECILNYA TULISAN
Dilihat dari sudut pandang besar kecilnya tulisan terdapat empat kriteria penting yaitu: kecil, sedang, besar, dan sangat besar.
Tulisan yang berukuran kecil menunjukkan sifat pendiam, sering menyendiri tapi punya otak yang cemerlang dan pikirannya selalu ilmiah. Orang dengan tulisan seperti ini nalarnya logis.
Tulisan tangan yang ditulis kecil-kecil tapi jelas mudah untuk dibaca menunjukkan penulisnya pandai, juga punya konsentrasi kuat, walau sayang tipe ini kadang suka sekali menonjolkan keilmuannya. Sedangkan jika tulisan tangan kecil dan susah membacanya berarti sang penulis adalah orang bertipe mandiri dalam hidupnya.
Tulisan tangan sedang, mengandung makna bahwa penulisannya adalah orang yang sangat terpaku kepada tradisi kuno, atau hal-hal yang bersifat formil modern. Tipe ini sangat jitu dalam penggunaan logika untuk dasar referensi keputusan-keputusannya.
Jenis tulisan tangan yang besar menunjukkan besarnya ambisi seseorang namun murah hati dan selalu ingin dihargai oleh orang lain, di samping suka melebihkan omong-omongan yang kurang perlu. Sedangkan untuk jenis tulisan tangan yang sangat besar menunjukkan bahwa penulisnya sangat hati-hati dalam segala hal, gemar membuat perhatian bagi sekelilingnya, banyak over aktingnya dalam mencari perhatian, ingin selalu tampil di depan, karena dia gemar berpetualang kemana-mana, mengikuti panggilan jiwanya.
2. GAYA TULISAN
Dalam spesifikasi Gaya Tulisan ini terbagi ke dalam lima sub. Masing-masing, adalah:
- Gaya sambung biasa
Orang yang punya model tulisan begini biasanya senang memberi respon pada setiap masalah, bisa menerima ide dari orang lain, mudah bergaul dan disenangi teman. Baginya berbakat untuk menjadi seorang pemimpin.
- Gaya sambung berbentuk petak
Mengandung arti penulisnya mudah dipengaruhi, selalu menilai enteng setiap persoalan, hingga tindakannya kadang terkesan sembrono, tanpa pemikiran matang.
- Gaya Sambung Berliku
Tulisan yang banyak luka-likunya, mengandung makna bahwa penulisnya sangat formil, hati-hati dan sering menonjolkan status, namun umumnya sifat mereka pendiam, gemar menyendiri dan biasanya banyak memiliki keahlian atau bakat.
- Gaya Lurus dan Lancip
Tulisan tangan model demikian menunjukkan penulisnya orang agresif, sangat tekun mengerjakan sesuatu, walau kadang enggan berkompromi dengan orang lain. Bila lancipnya pada huruf awal saja maka pertanda dirinya orang yang banyak mengalami konflik psikologis, sehingga kadang bersikap agresif.
- Gaya Campuran
Bentuk tulisan bersambung yang tak karuan menuliskan cepat, dan kadang sukar membacanya hal ini mengandung arti bahwa penulisnya adalah orang yang biasa berpikir cepat, kreatif tapi paling tersinggung kalau dikritik. Bahkan, bila tidak sesuai dengan kehendaknya jangan harap orang bisa mendapatkan bantuannya karena dia paling doyan mengelak dalam memberi pertolongan.
3. KEMIRINGAN TULISAN
Bentuk kemiringan tulisan tangan, apakah itu miring ke kiri atau ke kanan, atau tegak lurus. Mereka yang tulisannya miring ke kiri menunjukkan penulisnya bersikap tertutup (introvet). Segala sesuatu diukur menurut penilainnya sendiri atau menurut ukuran masa lampau. Disamping mempunyai sikap konservatif, orang dengan tipe tulisan ini sangat individualis.
Jenis tulisan miring ke kanan, menandakan orang yang ramah, aktif dan bersikap terbuka (extropet), berani menghadapi tantangan baru. Dalam bekerja kata hatinya merupakan power yang penting, tapi dalam hal yang kurang dikuasai dia lebih banyak untuk menanyakan kepada ahlinya.
Tulisan tangan yang bentuknya tegak, mengandung arti bahwa penulisnya adalah tipe orang yang tak suka banyak diatur. Baginya dia adalah miliknya sendiri, kebebasan menjadi hobinya dalam mengerjakan sesuatu tindakan, namun kontrol diri tidak pernah lepas dalam memilah dan memilih hal yang dianggapnya positif.
4. TEKANAN TULISAN
Bila kita memperhatikan bekas tulisan tangan seseorang akan ditemukan tampak goresan tekanan tulisan seperti tercetak di baliknya. Dengan memperhatikan bekas goresan yang tercetak di balik kertas kita akan dapat mengetahui dan menebak bagaimana kepribadian dan tingkah laku si penulisnya.
Tekanan yang halus berarti pembawaannya tenang, tapi mudah atau tidaknya dibaca itu bukan persoalan. Sedangkan tulisan yang bekas tekanannya tercetak jelas di belakangnya menandakan penulisnya punya sifat kaku dan formal. Karenanya orang ini sulit untuk bisa cepat menyesuaikan diri dalam pergaulan, namun dia menganggap bersikap demikian penting baginya agar dihargai orang lain.
5, BENTUK HURUF AWAL
Diantara orang ada yang gemar memainkan bentuk tulisannya, terutama bentuk awal tulisannya. Beberapa ciri dan kecenderungan karakter si penulis adalah sebagai berikut:
- Bentuk Jangkar
Disebut bentuk jangkar karena memang huruf awal tulisnya dalam bentuk jangkar. Tulisan ini memberi tanda bahwa yang memiliki tulisan cenderung bersikap kurang dewasa dan kurang percaya diri dalam menjalani hidup. Dia banyak bersikap pasif.
- Bentuk Busur
Disebut bentuk busur karena memang bentuk awalnya membentuk busur seperti ditarik. Pemilik tulisan ini biasanya cepat puas dengan hasil yuang dicapai, dan hidupnya sangat berpandangan kuat akan nilai-nilai religius.
- Bentuk Memanjang
Huruf awal memanjang yang dituliskan pelan-pelan, menunjukkan bahwa orangnya terlalu berhati-hati dalam merencanakan masa depan. Panjanganya huruf awal menunjukkan kelambatan kerja dan pemborosan waktu.
- Bentuk memanjang dari bawah
Bentuk memanjang dari bawah bila digoreskan secara kilat menunjukkan penulisannya orang yang agresif dan cepat menyelesaikan pekerjaan, disamping gemar melakukan berbagai eksprimen.
6. BENTUK HURUF AKHIR
Bentuk akhir kata yang dituliskan, menunjukkan sikap sosial dan kualitas penulisnya. Tentang huruf akhir ini ada tiga model. Masing-masing, adalah:
- Bila huruf akhir suatu kata ditulis memanjang, mengandung pengertian bahwa orang itu memiliki kemurahan hati, rasa sosialnya besar.
- Bila huruf akhir memanjang ke atas, berarti penulisnya menyukai kemewahan, disamping idealis dan punya semangat yang tinggi.
- Bila huruf akhir menyilang berarti tidak segan mengritik diri sendiri apabila perbuatannya memang salah atau keliru.
Demikianlah sekilas tentang membaca rahasia tulisan tangan menurut Grafologi. Mudah-mudahan urian singkat ini bermanfaat
Langganan:
Komentar (Atom)



